Belajar dari Engels dan Mary: Tentang Cinta dan Kesetaraan
Bagi Engels, Mary bukan sekadar kekasih. Mary adalah "pemandu jalan" yang membuka matanya terhadap realitas pahit dunia kapitalisme.
Temukan kabar, investigasi data, atau esai opini berdasarkan kata kunci, topik, atau nama penulis.
Bagi Engels, Mary bukan sekadar kekasih. Mary adalah "pemandu jalan" yang membuka matanya terhadap realitas pahit dunia kapitalisme.
Warkop memang jadi tempat paling revolusioner hari ini. Di sana, mahasiswa dengan modal dua puluh ribuan pun bisa menjadi pemikir ulung.
Ada ironi yang begitu indah dan menyakitkan sekaligus saat melihat mereka. Di siang hari, mereka adalah mahasiswa yang mungkin mengantuk di kelas Statistik
Mahasiswa Teknik yang sedikit rebel dan terlalu idealis untuk ukuran orang yang masih harus mengejar deadline tugas, Anwar punya kebiasaan mempertanyakan hal-hal yang dianggap normal.
Karl Marx mungkin tidak pernah membayangkan bahwa salah satu cara paling mudah untuk menjelaskan kapitalisme kepada mahasiswa Indonesia hari ini adalah dengan mengajaknya nongkrong di kedai kopi.
Media sosial memang telah mengubah cara orang berpolitik. Dulu, orang harus berkumpul di ruang-ruang diskusi, membawa buku, mencatat, berdebat, dan kadang pulang larut malam karena pembicaraan tidak kunjung selesai. Sekarang, sebagian percakapan itu cukup dilakukan melalui layar enam inci.
Diskusi belum selesai, kafe sudah tutup. Kalimat yang mungkin akan lebih jujur untuk menggambarkan kultur gerakan mahasiswa hari ini. Karena terus terang saja: kita hidup di zaman ketika aktivisme dan nongkrong mulai saling memposisikan.
Mungkin yang perlu dipertanyakan bukan mengapa mahasiswa masih minum kopi ketika UKT naik. Pertanyaan yang lebih penting adalah mengapa kita merasa kehidupan harus selalu terlihat baik meskipun keadaan sebenarnya sedang tidak baik.